Senin, 13 Juni 2011

dasar psikologi pendidikan

DASAR PSIKLOGI PENDIDKAN


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Dasar Psikologis Pendidikan

a.       Pengertian psikologis/Psikologi
Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “psyche” artinya roh dan “logy” artinya ilmu pengetahuan, yang selengkapnya artinya ilmu pengetahuan yang mempelajari jiwa atau ilmu jiwa.
Akan tetapi terjemahan ini kurang tepat, karena bertentangan dengan pandangan dualisme manusia, yang menganggap bahwa manusia itu terdiri dari dua bagian: jasmani dan rohani.

Apabila kita mendengar kata ilmu jiwa, kita dapat seolah-olah terbayang bahwa yang dipelajari oleh ilmu itu adalah sesuatu yang tidak kelihatan atau abstrak yang berada di dalam diri manusia atau makhluk hidup yang lain. Segala sesuatu yang kelihatannya, bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak menjadi persoalan.

Tetapi, pengertian jiwa tidak pernah ada kesepakatan dari sejak dahulu. Di antara pendapat para ahli, jiwa bisa berarti ide, karakter atau fungsi mengingat, persepsi akal atau kesadaran. Psikologi adalah ilmu yang sedang berkembang dan pada hakikatnya psikologi dapat diterapkan pada setiap bidang dan segi kehidupan. Oleh karena itu cabang psikologi bertambah dengan pesat, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan aktivitas kehidupan. Cabang psikologi dapat digolongkan berdasarkan kekhususan bidang studinya, baik ilmu dasar (teoritis), maupun yang bersifat terapan (praktis). Penerapan psikologi berkembang ke berbagai aspek kehidupan manusia, demikian juga titik singgung dengan ilmu lain juga semakin banyak, misalnya dengan ilmu manajemen, ilmu ekonomi, ilmu perpustakaan, ilmu sosial dan sebagainy.

Psikoloi pada mulanya di gunakan para ilmuwan dan para filosof untuk memenuhii kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam makhluk hidup mulai dari yang primitive sampai yang modern. Namun ternyata tidak cocok, dikarenakan menurut para ilmuwan dan filosof, psikologi memiliki batasan-batasan tertentu yang berada di luar kaidah keilmuan dan etika falsafi. Kaidah saintifik dan patoakan etika filosofi ini tak dapat di bebankan begitu saja sebagai muatan psikologi.

Di sumber lain Psikologi dipandang sebagai ilmu yang ingin mempelajari manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmani dan rohani. Manusia sebagai individu. $.S. Woodworth memberi batasan tentang psikologi sebagai berikut: “Psichology can be defined as the cience of the activities of the individual.
b.      Pengertian pendidikan dalam arti luas
Pendidika mencangkup seluruh proses dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal, informal maupun non formal dalam rangka mewujudkan dirinya sesuai dengan tahap perkembangannya secara optimal.
Pendidikan berasal dari kata didik, lalu kata ini mendapatkan awalan kata me sehingga menjadi mendidik yang artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlah/prilaku dan kecerdasan pikiran (Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232).

Pendidikan secara harfiah adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik, untuk mewujudkan tercapainya perubahan tingkalh laku, budi pekerti, keterampilan, dan kepintaran secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar (Whiterington, 1982:10).
Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.

Karena konsentrasinya pada persoalan belajar, yakni persoalan-persoalan yang senantiasa melekat pada subjek didik, maka konsumen utama psikologi pendidikan ini pada umumnya adalah pada pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai bidang ilmu ini agar mereka, dalam menjalankan fungsinya, dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memiliki daya dorong yang besar terhadap berlangsungnya tindakan-tindakan belajar secara efektif.
B.     Beberapa aliran dalam dasar psikologi pendidikan
a.       Strukturalisme
b.      Asosiasionisme
c.       Fungsionalisme
d.      Behaviorisme
e.       Psikologi dalam
f.       Psikologi personalistik
g.      Dsb.
Psikologi pendidikan adalah sub disiplin psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang bersifat praktis yang berguna dalam.
1.      penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas.
2.      pengembangan dan pembaharuan kurikulum.
3.      ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan.
4.      sosialisasi proses-proses dan interaksi dengan pendayagunaan ranah kognitif; dan
5.      penyelenggaraan pendidikan melalui aktivitas keguruan.
Fokus utama kajian psikologi pendidikan adalah interaksi antara pendidik (guru) dengan peserta didik (siswa).
C.    Proses Psikologi Pendidikan
Proses pendidikan adalah mempelajari situasi pendidikan dengan fokus utama interaksi pendidikan. Pekerjaan guru adalah bersifat psikologis dari pada pekerjaan dokter, insinyur atau ahli hukum dan guru hendaknya tidak jemu dengan pekerjaannya.
Namun ada batasan guru dalam mengajar yaitu berdasarkan kurikulum 1975 dan 1994 menurut Pendapat Gage dan Berliner, perlu ditambahkan ( post and during teaching problems ) tugas guru sebagai pengubah perilaku ( behavioral change ) peserta didik. Berdasarkan konsep dasar perilaku ini terdapat beberapa aliran ( paham ).
·         Paham holistic ( Holisme )

Menekankan bahwa perilaku itu bertujuan (pruprosive), yang artinya aspek intrinsik dari dalam diri individu merupakan faktor penentu yang menentukan perangsang (stimulus) yang dating dari lingkungan.
·         Paham Behavioristik (Behaviorisme)

Menekankan bahwa pola-pola perilaku itu dapat dibentuk melalui proses pembiasan dan pengukuran dengan mengkondisikan stimulus dari lingkungan.

D.    Tujuan dan Kegunaan Mempelajari Psikologi Pendidikan

1.      Tujuan Mempelajari Psikologi Pendidikan
·         agar seseorang mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang individu, baik dirinya sendiri maupun orang lain;
·         dapat memberikan perilaku yang lebih bijaksana.
2.      Kegunaan Mempelajari Psikologi Pendidikan
Dan kegunaanya adalah merupakan alat bantu yang penting bagi penyelenggara pendidikan untuk mencapai pendidikan.

E.     Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
Menurut crow & crow, ia mengemukakan bahwa data yang dicoba didapatkan oleh psikologi pendidikan, yang dengan demikian merupakan ruang lingkup  psikologi pendidikan antara lain:
1.      Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar;
2.      Sifat-sifat dari proses belajar;
3.      Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar (learning readiness);
4.      Signifikansi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar;
5.      Perubahan-perubahan jiwa (inner changes) yang terjadi selaras dalam belajar;
6.      Hubungan antara prosedur-prosedur mengajar dengan hasil belajar;
7.      Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar;
8.      Pengaruh/akibat relative dari pendidikan formal dibandingakn dengan pengalaman-pengalaman belajar yang insidentasal dan informal terhadap suatu individu;
9.      Nilai/manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah;
10.  Akibat/pengaruh psikologis (psychological impact) yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa.
F.     Pentingnya Pengetahuan Psikologi Pendidikan bagi Guru
Ilmu ini dapat membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk memahami tingkah laku belajar anak didiknya lebih baik dan memberikan penjasalan bahwa anak sedang dalam keadaan belajar dengan baik atau tidak, namun pada prinsipnya psikologi pendidikan merupakan alat yang penting untuk memahami tingkah laku belajar anak.
Psikologi pendidikan ini sebagai alat bagi guru untuk mengendalikan dirinya, dan juga memberi bantuan belajar kepada peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
G.    Aktivitas Kejiwaan
Menurut psikologi berarti mempelajari tingkah laku manusia, baik yang teramati maupun tidak termati.
1.      Pengamatan Indera
Setiap manusia sehat mentalnya dapat mengenal lingkungan fisik yang nyata, baik di dalam dirinya sendiri maupun diluar dirinya dengan menggunakan organ-organ inderanya.
a.       Penglihatan (Macam-macam penglihatan)
·         penglihatan terhadap bentuk;
·         penglihatan terhadap warna;
·         penglihatan terhadap dalam objek
b.      Pendengarannya
Mendengar atau mendengarkan adalah menangkap atau menerima suara melalui indera pendengarannya. Bunyi mempunyai makna sebagai tanda (signal) dan lambang.
2.      Tanggapan
Didefinisikan sebagai bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah kita melakukan pengamatan. Tanggapan diperoleh dari penginderaan dan pengamatan. Tanggapan dipandang sebagai kekuatan psikologis yang dapat menolong atau menimbulkan keseimbangan, ataupun merintangi atau merusak keseimbangan. Dalam tanggapan dapat menghidupkan kembali apa yang telah diamati sebelumnya tapi dapat mengantisipasi yang akan datang.

3.      Fantasi
Dapat didefinisikan sebagai aktivitas imajinasi untuk membentuk tanggapan-tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan-tanggapan yang telah ada, dan tanggapan yang baru tidak harus sama atau sesuai dengan benda-benda yang ada. Fantasi ada yang sengaja dan tidak sengajar.Yang sengaja dibagi menjadi dua; (1. fantasi sengajar secara pasif, tidak dikendalikan oleh pikiran dan kemauan; 2. fasntasi secara aktif, yang dikendalikan oleh pikiran dan kemauan.)
Fantasi sengaja maupun tidak sama-sama bersifat mengabstrasikan, mendeterminasikan membentuk gambaran baru. Karena itu kegiatan pembelajaran hendaknya berusaha mengembangkan fantasi anak secara sehat karena akan mengembangkan intelektualnya menjadi lebih bermakna dan mampu mententramkan suasana bathinya.
4.      Ingatan
Mengingat berarti menyerap atau melekatkan pengetahuan dengan jalan pengecaman secara aktif.
Fungsi ingatan meliputi tiga aktivitas yaitu
1.      mencamkan, yaitu menangkap atau menerima kesan-kesan;
2.      menyimpan kesan-kesan;
3.       mereproduksi kesan-kesan.
Mencamkan suatu kesan akan lebih kuat apabila;
1.      dibantu dengan penyuaraan;
2.      konsentrasi;
3.      efektif;
4.      menggunakan titian ingatan;
5.      struktur bahan yang dicamkan jelas.
5.      Pikiran dan Berpikir
Pikiran dapat diartikan sebagai kondisi letak hubungan antar bagian pengetahuan yang telah ada dalam diri yang dikontrol oleh akal. Berpikir sebagai proses menentukan hubungan-hubungan secara bermakna antara aspek-aspek dari suatu bagian pengetahuan
6.      Perhatian
Adalah cara menggerakkan bentuk umum cara bergaulnya jiwa dengan bahan-bahan dalam medan tingkah laku. Macam-macam perhatian; (1) perhatian spontan yaitu perhatian yang tidak sengaja; (2) perhatian intensif yaitu perhatian yang banyak dikuatkan oleh banyaknya rangsangan; (3) perhatian terpusat yaitu perhatian yang tertuju kepada lingkup objek yang sangat terbatas
7.      Perasaan
Perasaan dapat diartikan sebagai suasana psikis yang mengambil bagian pribadi dalam situasi, dengan jalan membuka diri terhadap suatu hal yang berbeda dengan keadaan atau nilai dalam diri. Apa yang baik, menarik dan indah menurut seseorang belum tentu demikian bagi orang lain, penilaian subjek terhadap suatu objek, membentuk perasaan subjek yang bersangkutan. Keadaan emosi yang stabil maupun goncang amat mempengaruhi perasaan, karena itu pendidikan hendaknya mengenal serta mengusahakan stabilitas emosi anak didik dengan jalan menyeimbangkan emosi anak didik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar